LIPUTAN MEDIA SUMATERA Akses jalan penguhubung Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh kembali rusak. Sebelumnya, akses ini sudah diperbaiki secara darurat pascabanjir pada 26 November 2025 lalu. Namun, kini jalan itu rusak dan sangat berbahaya untuk dilintasi. Sepanjang jalan dari Gunung Salak Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, sisi kiri-kanan jalan masih terlihat longsor.

Namun, titik terparah rusak berada di kawasan Wih Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Jalanan kawasan ini terlalu terjal, berbatu dan berlubang untuk dilintasi. Salah seorang pengendara asal Kabupaten Aceh Utara, Mawardi, kepada Kompas.com, Selasa (17/2/2026) menyebutkan lintasan itu masih sangat sulit dilalui.

โ€œTadi saya lewat, sekitar puluhan kendaraan harus dipandu dengan cara didorong baru bisa menanjak. Sebagian malah mundur lagi dan harus ditarik dengan mobil lain. Saran saya, jika tidak mendesak sekali, jangan lewat jalur itu,โ€ terang Mawardi.

Dia berharap, Kementerian Pekerjaan Umum RI, segera memperbaiki secara permanen lintas jalan nasional itu. Sehingga, akses ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah segera pulih pascabanjir dan longsor di kawasan itu.

Hal senada disebutkan CEO Sativa Hospitality Iwan Wahyudi. Menurutnya, jika akses jalan itu bisa dipulihkan layaknya sebelum bencana, maka sektor pariwisata di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah segera pulih.

โ€œKendala utama kami dari Bener Meriah dan Aceh Tengah akses jalan yang masih sangat memperihatinkan. Hanya mobil gardan ganda saja yang mampu lewat dengan nyaman, itu menutup sektor ekonomi kami, baik wisata maupun pertanian,โ€ terang Iwan.

Masalahnya, Aceh Tengah dan Bener Meriah dikenal sebagai penghasil aneka sayuran dan daerah wisata. โ€œKami harap, jalan ini menjadi atensi Presiden RI Prabowo Subianto. Sehingga daerah tengah Aceh ini bisa segera bangkit dari bencana,โ€ pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *