LIPUTAN MEDIA SUMATERA Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan tewas di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dikutip dari akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo, petugas menemukan anak gajah tersebut dalam kondisi telah menjadi bangkai dan mengalami proses pembusukan lanjut. “Berdasarkan kondisi fisik di lapangan, kematian diperkirakan telah terjadi lebih dari satu minggu sebelum ditemukan,”
Anak gajah sumatera ditemukan mati di TN Tesso Nilo Terdapat infeksi di kaki akibat jerat Menurut hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara penyebab kematian anak gajah ini akibat infeksi pada bagian kaki karena jerat.
Tim Medis Balai TN Tesso Nilo melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan mendalam untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Sementara ini, proses identifikasi dan pendalaman masih berlangsung.
“Balai Taman Nasional Tesso Nilo berkomitmen untuk melakukan penanganan secara professional seta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung upaya perlindungan gajah sumatera di kawasan konservasi,” kata Balai TNTN. Peristiwa ini menjadi pengingat akan ancaman nyata yang masih dihadapi satwa liar, khususnya gajah sumatera di habitat alaminya. Balai TNTN lantas mengajak semua pihak meningkatkan kepedulian sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi.
Berdasarkan catatan Kompas.com, gajah mati juga terjadi baru-baru ini di Desa Karang Ampar, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Gajah betina itu diduga tersengat kawat listrik bertegangan tinggi yang dipasang di area perkebunan warga.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan gajah yang diperkirakan berusia 20 tahun itu kemungkinan mati pada malam. “Pemasangan kawat berarus listrik tegangan tinggi membawa risiko besar yang tidak hanya membahayakan satwa liar, tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang, dilansir dari Antara, Ketika ditemukan, belalai gajah masih terlilit kawat listrik. Kawat tersebut dialiri arus bertegangan tinggi.
Kasus kematian gajah juga terjadi di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (2/2/2025). Petugas gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan kepolisian masih menelusuri jaringan yang diduga terlibat dalam kasus matinya gajah tanpa kepala tersebut.ย Kematian gajah sumatera pertama kali dilaporkan PT RAPP ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau. Gajah itu tergeletak tak bernyawa di area konsensi perusahaan. Berdasarkan keterangan awal di lapangan, Tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL) Blok Ukui menemukan seekor gajah mati tanpa kepala dengan kondisi pembusukan lanjut. Petugas kemudian melakukan nekropsi atau otopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis dan ilmiah.
Sebagai informasi, WWF Indonesia mencatat populasi gajah sumatera turun lebih dari 70 persen. Dalam 10 tahun terakhir, lebih dari 55 gajah ditemukan mati yang sebagian besarnya karena konflik dengan manusia dan perburuan.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), gajah sumatera saat ini berstatus kritis (critically endangered). Populasinya kian berkurang akibat peruburuan, alih fungsi lahan, fragmentasi, hingga konflik antara gajah dengan manusia.
Di indonesia, setidaknya ada tiga tempat konservasi gajah antara lain Taman Nasional Way Kambas (Lampung), Taman Nasional Gunung Leuser (AcehโSumatra Utara), dan Taman Nasional Tesso Nilo (Riau). Pemerintah juga membentuk Pusat Latihan Gajah (PLG) untuk rehabilitasi dan edukasi gajah.


Leave a Reply