LIPUTAN MEDIA SUMATERA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 1.301 unit rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera agar dapat ditempati menjelang Lebaran 2026. Hunian tersebut dibangun dengan metode modular yang memungkinkan proses konstruksi lebih cepat di lokasi dengan akses terbatas.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan hunian pascabencana menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga kehidupan masyarakat.
โHunian ini bukan sekadar bangunan, tetapi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat. Arahan Bapak Presiden jelas, kita harus memastikan masyarakat kembali merasa aman dan nyaman,โ ujar Dody dikutip siaran pers, Kamis (19/2/2026).
Hingga 9 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, progres rata-rata pembangunan hunian mencapai 47 persen dan ditargetkan rampung paling lambat 28 Februari 2026.
Dari total 1.301 unit yang dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis Kementerian PU, sebanyak 1.056 unit berada di Provinsi Aceh dan 245 unit di Provinsi Sumatera Utara. Hunian Modular di Aceh Di Aceh, pembangunan menunjukkan perkembangan di sejumlah wilayah.
Kabupaten Aceh Tamiang Tahap I sebanyak 84 unit telah mencapai 100 persen, sementara Tahap II sebanyak 156 unit mencapai 83,72 persen. Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan 228 unit berada pada progres 55,7 persen, sedangkan di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 360 unit mencapai 48,1 persen.
Selanjutnya, di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 168 unit berada pada progres 19,15 persen, dan di Kota Subulussalam sebanyak 60 unit dengan progres 4,91 persen. Hunian Modular di Sumatera Utara Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara pembangunan difokuskan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 245 unit yang tersebar dalam 21 blok.
Progres pembangunan di lokasi tersebut telah mencapai 28,6 persen. Percepatan pekerjaan di lapangan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Pekerjaan struktur dan eksterior dilaksanakan hingga malam hari saat cuaca mendukung.
Sedangkan pekerjaan interior tetap berjalan saat hujan sehingga produktivitas konstruksi tetap terjaga. Teknologi MOLI Dalam pembangunan hunian ini, Kementerian PU menggunakan teknologi Modular Lite (MOLI). Metode konstruksi modular tersebut memungkinkan pemasangan tanpa alat berat, mempercepat proses pembangunan, serta meminimalkan limbah konstruksi.
Hunian dirancang dengan struktur yang tahan gempa dan dapat dipasang maupun dibongkar tanpa menghasilkan limbah. Kementerian PU menargetkan seluruh unit dapat segera diserahterimakan sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali menempati hunian yang lebih layak sebelum Lebaran.


Leave a Reply