LIPUTAN MEDIA SUMATERA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalan nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung yang menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat menuju Pulau Sumatera. Lampung memiliki peran strategis dalam sistem konektivitas nasional karena menjadi pintu masuk utama dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya melalui Pelabuhan Bakauheni.
Oleh karena itu, Menteri PU Dody Hanggodo berkomitmen memastikan jaringan jalan nasional berada dalam kondisi mantap agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman. โDengan dukungan jalan nasional yang mantap serta koordinasi lintas sektor, kami berharap mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran dapat berlangsung lancar,โ
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menargetkan kondisi zero pothole atau bebas lubang pada jalur mudik utama di provinsi tersebut.
Hingga saat ini penanganan lubang jalan pada koridor jalur mudik utama di Lampung telah dilakukan pada lebih dari 6.800 titik sehingga kondisi jalan diupayakan mencapai zero pothole. Koridor Utama Pemudik Sejumlah koridor utama yang dapat digunakan pemudik menuju Sumatera Selatan dan wilayah lainnya antara lain Jalan Tol BakauheniโPematang Panggang sepanjang 253 kilometer, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera sepanjang 285,18 kilometer melalui Lampung Timur hingga Pematang Panggang. Selain itu, Jalan Lintas Tengah Sumatera sepanjang 318,47 kilometer yang melintasi Kota Bandar Lampung hingga Way Kanan.
Bagi pemudik yang menuju Kota Bandar Lampung tersedia dua alternatif perjalanan, yakni melalui Jalan Tol BakauheniโTerbanggi Besar (Bakter) dengan pintu keluar Tol Itera KM 78 atau melalui Jalur Lintas Tengah Sumatera melalui Kalianda dengan jarak tempuh sekitar 87 kilometer.
Selain perbaikan kondisi jalan, BPJN Lampung juga menyiapkan tim siaga dan peralatan berat di sejumlah titik strategis untuk memastikan setiap gangguan lalu lintas yang bersifat mendesak dapat segera ditangani.
Sehingga, arus kendaraan menuju pelabuhan maupun ke wilayah Sumatera lainnya tetap terjaga. Sejumlah lokasi rawan longsor, banjir, kemacetan, dan kecelakaan juga telah diidentifikasi di sepanjang jaringan jalan nasional di Lampung.
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian PU menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) di titik-titik rawan bencana, memasang rambu peringatan keselamatan, serta meningkatkan kegiatan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase dan pengendalian vegetasi di ruang milik jalan.
Untuk mendukung kelancaran arus menuju Pelabuhan Bakauheni, pengelola Jalan Tol BakauheniโTerbanggi Besar juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas berupa delay system di beberapa rest area, antara lain KM 87B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B.
Sistem ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan.


Leave a Reply