LIPUTAN MEDIA SUMATERA Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan anggaran Rp 336 miliar untuk memperbaiki lahan sawah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengatakan dana itu akan digunakan untuk merehabilitasi sawah rusak ringan hingga sedang sehingga bisa segera kembali bercocok tanam. Alokasi anggaran itu menjadi tindak lanjut groundbreaking rehabilitasi lahan sawah yang dimulai pada 15 Januari 2026.

Program tetap dijalankan meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan Januari hingga Maret 2026 akan turun dengan intensitas menengah sampai tinggi.

โ€œTantangan saat ini adalah masih adanya hujan yang intensitasnya cukup besar di sejumlah lokasi desa di Aceh, Sumut dan Sumbar,โ€ kata Hermanto sebagaimana dikutip dari keterangan resminya.

Hujan itu membuat lahan sawah yang tengah atau sudah diperbaiki kembali tertimpa sedimentasi akibat luapan sungai maupun aliran air hujan. Kondisi ini menuntut tim teknis menyesuaikan strategi dalam memulihkan lahan sawah di Sumatera.

Saat ini, Kementan akan menggelar survei ulang untuk mengidentifikasi sedimen atau endapan lumpur baru. โ€œAkan mempengaruhi biaya penanganannya seperti pembuangan sedimen di lahan, di saluran irigasi dan lain-lain,โ€ ujar Hermanto. Lebih lanjut, Hermanto menjelaskan pihaknya melakukan berbagai intervensi perbaikan lahan sawah di Sumatera.

Sawah rusak ringan diperbaiki dengan optimasi lahan. Sementara, sawah rusak sedang sampai berat diperbaiki dengan rehabilitasi khusus.

Pemulihan lahan rusak berat berdasar pada dokumen rencana teknis dan pagu anggaran. Menurut Hermanto, perbaikan lahan ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meminta optimasi lahan sawah terdampak mencapai Rp 32.000 hektar.

Kegiatan itu meliputi pembersihan lahan, perbaikan infrastruktur, penataan lahan, pengolahan dan pemanfaatan lahan. Sementara, rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana dialokasikan 9,9 ribu hektar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *