LIPUTAN MEDIA SUMATERA Sebanyak 13 kabupaten di Sumatera masih membutuhkan atensi khusus pemerintah pusat pascabanjir dan longsor pada 26 November 2025 lalu. Hal itu diungkapkan Menteri Dalam NegeriTito Krnavian yang juga Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera saat meninjau lokasi pengungsian Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

โ€œKalau di Aceh itu ada 8 lagi yang butuh atensi khusus, karena masih ada masalah, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya. Kalau ke gunung ada Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues,โ€ ujar Tito kepada wartawan.

Sedangkan di Sumatera Barat, tersisa dua kabupaten yang butuh atensinya yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.

Sedangkan di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

โ€œIni daerah-daerah yang belum pulih. Kalau yang lainnya relatif mendekati pulih 100 persen. Masih ada sisa masalah kecil, seperti jalan desa, kantor desa dan lain sebagainya. Namun relatif sudah membaik,” kata Tito.

Mantan Kapolri ini menegaskan, khusus untuk Provinsi Aceh masih perlu kerja keras untuk pemulihan pascabencana. Dia menyebutkan terus memonitoring kendala-kendala lapangan seperti lambatnya pembangunan hunian sementara, hunian tetap, bantuan bahan pangan dan lain sebagainya.

โ€œBahan pangan misalnya, harus ada kepastian rutinitas suplainya, apakah ini dari BNPB atau dari Kementerian Sosial RI. Bahan pangan ada, namun harus dipastikan suplainya rutin,โ€

Kedatangan Tito Karnavian ke Aceh Utara untuk kedua kalinya pascabanjir. Kali ini dia memulai perjalanan dari Aceh Tamiang dan terakhir di Kabupaten Pidie Jaya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *