LIPUTAN MEDIA SUMATERA Pemerintah memproyeksikan lonjakan arus kendaraan di jaringan Jalan Lintas Sumatera selama periode Angkutan Lebaran 2026. Peningkatan mobilitas ini diperkirakan terjadi seiring tingginya penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan antardaerah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama pemudik. Secara nasional, jumlah pengguna mobil pribadi diprediksi mencapai 76,24 juta orang

Di koridor Trans Sumatera non-tol, pergerakan diperkirakan mencapai sekitar 7,85 juta kendaraan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan di ruas arteri dan jalan penghubung antarwilayah.
โPada Trans Sumatra, arus kendaraan pribadi dan bus akan terkonsentrasi di dua koridor utama, yaitu Jalan Lintas Timur yang menghubungkan Lampung-Palembang-Jambi serta Jalan Lintas Tengah melalui Baturaja-Lahat-Lubuk Linggau dan melewati Sumatra Selatan, sebelum akhirnya ke beberapa provinsi seperti Jambi, Bengkulu, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, hingga Aceh,”
“Oleh karena itu, perlu penguatan manajemen lalu lintas yang optimal, peningkatan pengawasan keselamatan, serta kesiapan sarana dan prasarana di setiap koridor strategis tersebut,โ ujar Dudy. Sumatera Selatan menjadi salah satu titik krusial karena berada di koridor tengah Pulau Sumatera. Pergerakan masyarakat dari wilayah ini selama Lebaran diproyeksikan mencapai 3,87 juta orang, sedangkan arus masuk sekitar 3,85 juta orang.
Menurut Dudy, arus masuk dan keluar wilayah tersebut diperkirakan meningkat dari arah Lampung dan Jambi, baik melalui Jalan Tol Trans Sumatera maupun jaringan jalan nasional. Selain jalur darat, pergerakan juga didukung moda lain seperti kereta api, angkutan udara, dan penyeberangan menuju Palembang dan sekitarnya.


Leave a Reply