Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi pasti terkait minat swasta membeli material lumpur pasca bencana banjir dan longsor Sumatera.
“Ah, itu namanya informasi, ya, bahwa katanya ada yang tertarik membeli lumpur. Saya belum dapat informasi yang pasti,” kata Tito di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Meskipun belum mendapatkan informasi secara perinci, Tito mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait masalah pengendapan material lumpur di Aceh.
“Tapi, saya sudah koordinasi dengan Bapak Menhan Sjafrie itu, terutama yang di Tamiang. Di daerah itu akan dibersihkan lumpurnya, nanti akan digunakan sebagai tanggul,”
Tito mengatakan, pihaknya akan melakukan pengerukan lumpur yang mengeras menjadi sedimen. Selanjutnya, akan dijadikan tanggul untuk aliran air.
“Karena antara sungai dengan rumah penduduk sebelahnya itu sudah hampir rata karena sedimen. Jadi, dikeruk, setelah itu dijadikan tanggul,”
“Ini dilakukan untuk menjaga jangan sampai nanti kalau ada banjir atau ada aliran air yang deras tidak tumpah ke kanan kiri. Begitu konsepnya,” tegas dia.
Swasta minati lumpur bencara Sumatera
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa material lumpur pascabencana di Sumatera, khususnya Aceh, diminati oleh pihak swasta.
Hal itu diketahui Prabowo berdasarkan laporan dari kepala daerah soal adanya ketertarikan pihak swasta terhadap lumpur hasil pembersihan di permukiman maupun dari pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.
Prabowo pun mempersilakan jika material itu hendak dijual pemerintah daerah.
“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi, tolong ini didalami dan kita laksanakan, ya,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang,


Leave a Reply